S T I K E S
Harapan Bangsa
News & Info


Date16 February 2013 11:18 am
ByAdministrator
Views27



PMB STIKes Harapan Bangsa Purwokerto
Berita SHB

Seminar Nasional Entrepreneurship As A Kind Of Midwifery Professionalism STIKES Harapan Bangsa

www.shb.ac.id, Program Studi Kebidanan D3 STIKES Harapan Bangsa secara rutin setiap tahun selalu menyelenggarakan seminar. Pada tahun akademik 2012/2013 in, Program Studi Kebidanan D3 STIKES Harapan Bangsa kembali mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Entrepreneurship As A Kind Of Midwifery Professionalismâ€. Seminar ini ditujukan khusus kepada mahasiswa kebidanan dan bertujuan untuk memupuk dan mengembangkan semangat entrepreneurship mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Februari 2013 di RS Geriatri . Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 450 peserta yang terdiri atas para Mahasiswa STIKES, Praktisi dan akademisi dari perguruan tinggi perguruan tinggi.


Seminar yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam hal ini diwakili oleh Ronin Hidayat, S.Pd.,MKes, menyampaikan berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, minat lulusan lembaga pendidikan untuk berwirausaha sangat rendah, yaitu bagi lulusan SLTA (22,63 persen) dan perguruan tinggi (6,14 persen). Sedangkan mereka yang berpendidikan SD dan SMP justru memiliki kemandirian untuk berusaha sendiri (32,46 persen). Terdapat kecenderungan para pemuda berpendidikan SLTA (61,87 persen) dan sarjana (83,20 persen) memilih menjadi pekerja atau karyawan dibanding menjadi wirausaha. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin rendah kemandirian dan motivasi untuk menjadi wirausaha. Oleh karena itu Dinas Kesehatan sangat mengapresiasi diadakannya seminar yang bertema kewirausahaan ini.

 

Dr. Pramesti Dewi, MKes selaku Ketua STIKES Harapan Bangsa mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan ilmiah yang mempunyai nilai strategis dalam upaya menyiapkan lulusan STIKES Harapan Bangsa menjadi Bidan-bidan yang profesional dan handal serta siap melaksanakan tugasnya kelak di kemudian hari.

 

Untuk menciptakan karakter-karakter wirausaha yang tangguh dan handal, memiliki daya kreativitas dan inovasi yang tinggi sehingga mampu bersaing ditengah globalisasi perekonomian. Seminar ini penting dilakukan mengingat kaum muda Indonesia yang masih kurang berminat untuk menjadi wirausaha, dikarenakan sistem pendidikan nasional yang kurang memberikan pengetahuan soft-skill, adanya budaya dalam masyarakat dan tidak memiliki entrepreneurship dimana pada umumnya orang tua berkeinginan anaknya setelah menyelesaikan pendidikan menjadi seorang pegawai/karyawan, demikian sambutan Ketua BPH Yayasan Pendidikan Dwi Puspita Iis Setiawan MN,S.Kom.

Bidan merupakan seorang perempuan yang lulus pendidikan kebidanan minimal diploma tiga kebidanan, memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, mempunyai sertifikasi dan lisensi untuk praktek. Tugas bidan sesuai Permenkes 1464/2010 melakukan pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak dan pelayanan kesehatan reproduksi dan KB. Bidan sebagai mitra perempuan harus berkarakter, mempunyai penampilan prima, serta tanggap dan peduli tantangan dan perubahan di masa depan. Demikian disampaikan Indra Supradewi, bidan yang yang juga merupakan seorang kandidat doktor sebagai pembicara pertama.

 

Sebagai pembicara kedua, Bidan Yesie Aprilia, S.SiT, M.Kes turut membagi pengalamannya menjadi seorang technopreneur dalam menjalankan usahanya di bidang kebidanan dengan membuka bidan praktek swasta yang melakukan inovasi dalamm pelayanan kebidanan dengan metode hypnobirthing. Bidan Yesie yang juga penulis beberapa buku ini mengajak para calon bidan Program Studi Kebidanan D3 STIKES Harapan Bangsa untuk lebih jatuh cinta pada profesi kebidanan. bidan harus punya pengetahuan yang mumpuni dalam 3 bidang yaitu medical science, art/culture, dan spiritual. Sebagai bidan yang pada saat ini sudah menyelesaikan jenjang pendidikan S2 nya, bidan Yesie membagi ilmu kepada para mahasiswa untukmelepaskan hambatan diri dari self talk negatif, selalu berpikir positif terhadap keberhasilan dan kesuksesan orang lain. Dalam melakukan inovasi terhadap pelayanan kesehatan dalam hal ini di BPM milik bidan Yesie dikembangkan inovasi/program baru sebagai upaya klien dapat menjalani kehamilan dan persalinan normal. Bidan Yesie juga menyampaikan untuk mengembangkan dan memberikan layanan yang berkualitas tinggi serta responsif; dan mampu memenuhi kebutuhan fisik, emosional dan sosial perempuan serta keluarga.Yang utama yaitu harus punya komitmen yang kuat untuk maju dan melayani.


Pembicara ketiga yaitu Boyke R. Purnomo, SE.,MM, seorang dosen dan juga entrepreneur, membawakan materi dengan judul â€œ How to be Successful Entrepreneur. Boyke R. Purnomo seorang ekonom yang juga memiliki usaha Rumah Sakit dan Skin Care sendiri yang telah mempunyai beberapa cabang. Salah satu penulis modul Wirausaha bagi S1 oleh Bank Mandiri tersebut membagi kisah perjuangannya dalam berbisnis mulai dari kisah ketipu dengan partner untuk usaha skin care-nya. Hal ini membuat beliau termotivasi untuk mempelajari lebih dalam tentang seluk beluk skin care dan akhirnya berhasil dalam menciptakan skin care yang mempunya brand sendiri. Boyke menyampaikan untuk menjadi entrepreuner dimulai dari mimpi. Berani mimpi, berani gagal, dan berani sukses. Mimpi atau visi yang baik, if you can dream it you can achieve it. Mimpi akan mendorong seseorang untuk melakukan daya upaya untuk bisa mendapatkannya. Mimpi yang semakin menginspirasi akan semakin kuat daya dorongnya sehingga manusia semakin bersedia berkorban dan mau melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Selanjutnya harus kreatif dan inovatif, mandiri serta fleksibel. Terakhir Boyke berpesan yakin dan visualisasikan, afirmasikan dalam doa, nikmati proses yang tidak instan, dan buatlah sistem sehingga tercapai keadaan yang diinginkan.


Prev/Next News




© 2018 - STIKES Harapan Bangsa Purwokerto - Kerjasama dengan Radar Banyumas.
Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang-Undang

Menu