S T I K E S
Harapan Bangsa
News & Info


Date11 June 2016 1:46 pm
ByAdministrator
Views31



PMB STIKes Harapan Bangsa Purwokerto
Berita SHB

Perdarahan Hingga Infeksi Picu AKI

www.shb.ac.id, radarbanyumas.co.id - Tingginya angka kematian ibu (AKI) saat melahirkan dipengaruhi banyak hal. Dibutuhkan pengawalan dan tindakan cepat dalam mengatasi penyebab tingginya AKI tersebut. Kasus-kasus pemicu AKI tersebut banyak ditemui oleh para mahasiswa SHB yang melaksanakan program One Student One Client (OSOC).

Koordinator kegiatan untuk SHB, Susilo Rini SST M Kes mengatakan, saat OSOC, ditemukan sejumlah masalah kesehatan ibu hamil diantaranya pendarahan, keracunan kehamilan disertasi kejang-kejang, aborsi dan infeksi. Faktor lain yang mempengaruhi adalah kurangnya pemberdayaan perempuan, latar belakang pendidikan, sosial dan ekonomi.

Di Jawa Tengah sendiri, banyak dijumpai kasus terlambatnya mengambil keputusan terhadap persoalan kesehatan ibu hamil itu sehingga terlambat mendapat penanganan. Hal itu disebabkan karena terbatasnya sarana dan sumber daya manusia. Usia Ibu hamil yang terlalu muda dibawah 18 tahun masih menjadi masalah. Begitu juga usia terlalu tua, di atas 34 tahun.

Susilo Rini menambahkan, program dari pemerintah provinsi ini bertujuan untuk menekan angka kematian ibu (AKI). Hal ini berkaca pada pada provinsi Jawa Tengah yang masih memiliki banyak kasus kematian ibu, khususnya di sepuluh kabupaten, termasuk Banyumas. Tercatat ada 33 kasus AKI di Banyumas pada tahun 2015, tentu ini menjadi tanggung jawab semua masyarakat yang ada di Banyumas.

Program OSOC yang hadir ke dalam masyarakat ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kalangan akademisi pendidikan kesehatan di Jawa Tengah untk berperan serta dalam menurunkan AKI. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan asuhan berkelanjutan pada ibu hamil sampai masa nifas, dan melibatkan beberapa pihak, termasuk mahasiswa, dosen dan pukesmas, tinggi harapan untuk mengurangi AKI.

Koordinator kegiatan untuk SHB, Susilo Rini SST M Kes, meyampaikan, untuk SHB sendiri ikut aktif dalam program osoc ini bersama beberapa institusi lainnya. Dibantu dinas kesehatan, Pukesmas wilayah Kembaran menjadi tempat SHB menjalankan program osoc ini.

"Semua pihak ikut membantu dalam program provinsi yang satu ini. Jadi, pelaksanaan program menjadi efektif," ungkapnya.

SHB sendiri sudah mulai menerjunkan mahasiswanya untuk melaksanakan OSOC pada awal Mei lalu. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keterampilan mahasiswa dibidang kebidanan, khususnya mahasiswa D3 Kebidanan.

"Mungkin nama program cenderung melibatkan banyak mahasiswa, namun dalam teknisnya, dosen pembimbing dan bidan desa ikut membantu dalam asuhan berkelanjutan ini," imbuh Rini.

Kelanjutan program OSOC ini akan menjadi salah satu program yang dijalankan SHB tentunya. Dengan dukungan semua pihak dan khususnya mahasiswa yang memadai dan siap menghadapi pasien, SHB sangat mendukung program dari pemerintah ini. Dalam OSOC ini, SHB juga ingin membuktikan kapasitas mahasiswanya yang siap diterjunkan ke masyarakat.

"Dengan tujuan akhir mengurangi AKI, SHB siap menerjunkan calon tenaga-tenaga kesehatan yang dimiliki guna mendukung program osoc ini," pungkasnya. (stw)


Prev/Next News




© 2018 - STIKES Harapan Bangsa Purwokerto - Kerjasama dengan Radar Banyumas.
Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang-Undang

Menu