S T I K E S
Harapan Bangsa
News & Info


Date13 May 2017 8:36 am
ByAdmin is trator
Views23


Info Kesehatan

Kolesterol Jahat dan Kolesterol Baik

Kolesterol Jahat dan Kolesterol Baik


Pertanyaan : 

Assalamu'alaikum wr wb.Saya menderita tekanan darah tinggi sejak 3 tahun yang lalu. Minggu kemarin saya melakukan pemeriksaan kolesterol. Menurut petugas kesehatan, kolesterol jahat saya tinggi dan kolesterol baik saya rendah sehingga dianjurkan untuk mengurangi makan makanan yang banyak mengandung kolesterol. Mohon dijelaskan maksud pemeriksaan tersebut. Terimakasih banyak atas jawabannya. Wassalamu?alaikum wr. wb.
Sutarno, 62 tahun, Banyumas

Jawaban :

Wa'alaikum salam wr. wb.

Terimakasih atas pertanyaan Bapak. Kolesterol merupakan senyawa lemak yang sebagian besar diproduksi oleh sel hati dan sebagian lain didapat dari makanan. Fungsi kolesterol digunakan sebagai penyusun dinding sel dan hormon penting dalam tubuh. Ada 2 macam kolesterol yaitu kolesterol baik dan kolesterol jahat. Kolesterol baik (High Density Lipoprotein / HDL) berfungsi mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah akibat lemak dan melindungi dari penyakit jantung, stroke dan penyakit pembuluh darah lainnya. Tingkat HDL minimal 60 mg/dL atau lebih dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Sebaliknya, tingkat HDL kurang dari 40 mg/dL justru menaikkan risiko penyakit jantung. Jadi semakin tinggi tingkat kolesterol baik / HDL, maka akan semakin baik untuk kesehatan. 

Sedangkan kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein / LDL) merupakan salah satu penyebab utama penyempitan pembuluh darah. Kadar kolesterol jahat / LDL sebaiknya berada pada tingkat yang rendah atau dapat ditoleransi tubuh, yaitu kurang dari 100 mg/dL. Jumlah LDL 100-129 mg/dL dapat dikatakan sebagai ambang batas toleransi. Jumlah LDL 130-159 mg/dL menunjukkan telah memasuki ambang batas tinggi dan jika jumlahnya telah mencapai 160-189 mg/dL sudah masuk level tinggi. Sedangkan jumlah LDL 190 mg/dL dan selebihnya sudah berada pada level sangat tinggi. Jumlah kolesterol jahat yang melebihi normal dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke serta penyakit pembuluh darah lainnya.

Selain kolesterol baik dan jahat, ada lemak dalam bentuk lain dalam darah yang disebut trigliserida. Lemak ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi, semakin rendah tingkat trigliserida, maka akan semakin baik untuk kesehatan. Jumlah trigliserida 150-199 mg/dL artinya berada pada ambang batas tinggi dan jumlah 200 mg/dL atau lebih termasuk tingkat trigliserida tinggi.

Kolesterol total merupakan gabungan dari jumlah kolesterol baik, kolesterol jahat dan trigliserida dalam setiap desiliter darah. Biasanya, dengan melihat kadar kolesterol total dan HDL saja sudah dapat menggambarkan kondisi umum kadar kolesterol dalam tubuh. Namun, jika kolesterol total berjumlah 200 mg/dL atau lebih atau HDL kurang dari 40 mg/dL maka kita  perlu melakukan pemeriksaan kolesterol lengkap yang mencakup LDL dan trigliserida. Kadar kolesterol yang kurang dari 200 mg/dL masih bisa ditoleransi. Jumlah kadar kolesterol 200-239 mg/dL sudah masuk pada ambang batas tinggi. Jika jumlahnya mencapai 240 mg/dL atau lebih termasuk tingkat kolesterol tinggi.

Tingkat kolesterol setiap orang berbeda-beda, tergantung pada apa yang  dikonsumsinya. Selain itu, setiap orang dapat memiliki tingkat kolesterol yang berbeda pula meski mengonsumsi makanan yang sama. Pada beberapa orang, kolesterol tinggi bisa juga disebabkan karena gangguan proses enzimatis dalam pembentukan kolesterol

Mulailah menjaga asupan makanan bergizi dengan membatasi kadar kolesterol jahat, tingkatkan asupan makanan yang tinggi serat, kacang-kacangan, hentikan kebiasaan merokok dan minum minuman keras dan mulai berolahraga secara rutin. Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat..Wassalamu?alaikum wr wb.

(Diasuh oleh Dwi Novitasari MSc-Dosen Keperawatan Dasar SHB Purwokerto)





© 2018 - STIKES Harapan Bangsa Purwokerto - Kerjasama dengan Radar Banyumas.
Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang-Undang

Menu