S T I K E S
Harapan Bangsa
News & Info


Date22 August 2016 9:39 am
ByAdmin is trator
Views22


Sosok

Ingin Majukan Daerah Asal - Yulwestri

Pelayanan kesehatan di Indonesia memang diakui masih kurang baik. Jumlah bidan dibeberapa daerah yang jauh dari perkotaan, masih belum merata. Imbasnya adalah akses kesehatan bagi masyarakat akhirnya kerapkali terhambat dan kurang cepat tertangani. Hal ini yang dipandang oleh Yulwestri, mahasiswa Diploma Kebidanan dari STIKes Harapan Bangsa (SHB) Purwokerto sebagai persoalan yang cukup pelik.

Bagi perempuan asal Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, akses mendapatkan pelayanan kesehatan sangatlah penting. Pendapatnya ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, beberapa kali warga di daerahnya cukup kesusahan untuk mencari pelayanan kesehatan. Misalkan dia mencontohkan seperti penanganan persalinan.

"Kerapkali ditemukan tetangga atau warga sekitarku untuk berobat, harus ke wilayah perkotaan," ujarnya.

Dia menjelaskan, saat persalinan, warganya harus menempuh sekitar beberapa kilometer jauhnya untuk mengurusnya. Belum lagi kata dia, dengan kondisi cuaca hujan, masyarakat yang akan bersalin, harus melalui jalan yang kurang baik. Menurut dia salah satu penyebabnya adalah masih minimnya yang berporfesi menjadi bidan.

"Hal inilah yang menjadi motivasi saya untuk pulang dan mengabdi ke daerah asal," tutur dia.

Yulwestri mengakui, dalam menempuh pendidikan kebidanan, banyak hal yang banyak didapatkan. Bukan hanya ilmu, dia mengerti betul beberapa perilakunya berubah dengan benar. Seperti sikap kedisiplinan dan keuletan, dia akui cukup banyak berubah.

"Padahal dahulu saya orangnya termasuk malas," aku dia.

Akan tetapi dia sadar, profesi bidan merupakan pengabdian yang mulia. Dia berpandangan, pengabdian ini sebagai pahlawan era modern. Terlebih tambah dia, pengabdian ini akan mampu memajukkan dan membantu daerah asalnya.

"Bekal keilmuan yang didapat serta tekad semoga bisa bermanfaat bagi daerah saya," harap Yulwestri.(rez)





© 2018 - STIKES Harapan Bangsa Purwokerto - Kerjasama dengan Radar Banyumas.
Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang-Undang

Menu