S T I K E S
Harapan Bangsa
News & Info


Date17 July 2017 11:28 am
ByAdministrator
Views41



PMB STIKes Harapan Bangsa Purwokerto
Berita SHB

Genjot Pemberian ASI Eksklusif

www.shb.ac.id, radarbanyumas.co.id — ASI eksklusif menurut World Health Organization (WHO) merupakan pemberian ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. ASI dapat diberikan sampai bayi berusia 2 tahun. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dianjurkan oleh pedoman internasional yang didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI baik bagi bayi, ibu, keluarga, maupun negara. Hal itu membuat STIKES Harapan Bangsa (SHB) Purwokerto melakukan pengabdian masyarakat dengan penyuluhan kesehatan ASI di wilayah Banyumas.

Pelaksana Pengabdian Desa (Pengabdes), Atun Raudotul Ma'rifah M.Kep mengatakan, berdasarkan hasil survey AIMI Purwoketo, cakupan pemberian asi eklusif pada bayi sampai 6 bulan di Purwokerto pada tahun 2014 baru sekitar 47 persen dan di wilayah kerja Kembaran sekitar 57 persen. 

Karena dirinya juga menjadi dosen yang mempunyai tugas Tridarma Perguruan tinggi yaitu Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian, maka pada 10 Juni 2017 lalu, dirinya dengan dibantu mahasiswa STIKES HArapan Bangsa memberikan pendidikan kesehatan pada ibu di RT 04 RW 05 Desa Tambaksari kidul Kecamatan Kembaran tentang ASI eklusif. 

Peserta yang hadir sekitar 20 orang tua. Dengan diberikan pendidikan kesehatan lewat media lembar balik dan  leaflet, diharapakan masyarakat mengetahui pentingnya ASI eklusif buat bayinya dan tidak meberikan susu formula sampai bayi usia 6 bulan. Begitu juga untuk ibu yang sibuk bekerja untuk mengetahui cara memerah dan menyimpan ASI di dalam kulkas sehingga tidak menjadi penghalang bagi ibu bekerja untuk tetap memberikan ASI eklusif. 

"Di RT 04 RW 05 Desa Tambaksari Kidul pada tahun 2017 sebanyak 76 ibu nifas hanya 30 persen yang memberikan ASI secara eksklusif. Ini dikarenakan ASI tidak keluar atau puting lecet," katanya.

Ia melanjutkan, rendahnya jumlah ibu yang memberikan ASI eksklusif disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya rendahnya pengetahuan ibu mengenai manfaat dan cara menyusui yang benar, kurangnya pelayanan konseling laktasi dan dukungan dari petugas kesehatan, faktor sosial budaya, kondisi yang kurang memadai bagi para ibu yang bekerja dan gencarnya pemasaran susu formula.

"Memberikan ASI kepada bayi kita merupakan kewajiban. ASI sangat penting untuk bayi, mengingat ASI kaya akan zat–zat gizi seimbang, lengkap dan juga mengandung zat untuk kekebalan/imunitas tubuh bayi," lanjutnya. 
Untuk itu, jika ingin mempunyai anak yang sehat, cerdas, kuat, dan lincah, maka memberikan ASI merupakan kewajiban bagi para ibu. Tetapi tentunya para bapak juga harus perhatian dan memberikan dukungan bagi sang istri untuk bisa memberikan ASI kepada buah hatinya. (ali/bdg)


Prev/Next News




© 2018 - STIKES Harapan Bangsa Purwokerto - Kerjasama dengan Radar Banyumas.
Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang-Undang

Menu