S T I K E S
Harapan Bangsa
News & Info


Date10 March 2018 10:26 am
ByAdmin is trator
Views49


Info Kesehatan

Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Caring Mahasiswa Keperawatan

Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Caring Mahasiswa Keperawatan

Oleh : Tri Sumarni SKep, Ns, MKep


Caring merupakan nilai inti pendidikan keperawatan yang dapat ditanamkan dan dimunculkan selama menjadi mahasiswa. Pembentukan dan pemeliharaan perilaku caring, 
penting untuk dibentuk saat pembelajaran di bangku perkuliahan. 

Saat pembelajaran, mahasiswa dapat belajar tentang caring. Dalam penyusunan kurikulum pendidikan perawatan  harus selalu memasukkan unsur caring dalam setiap mata kuliah. Penekanan pada humansitik, kepedulian dan kepercayaan, komitmen membantu orang lain dan berbagai unsur caring yang lain harus ada dalam pendidikan perawatan. Konsep saling membantu, peduli, saling memberi dukungan merupakan bagian dari caring yang dapat diaplikasikan di pembelajaran keperawatan maupun saat menjadi perawat di rumah sakit.

Mahasiswa keperawatan dalam melaksanakan praktik keperawatan perlu dikenalkan pada keadaan klinik yang nyata. Mahasiswa keperawatan membutuhkan pengetahuan dan kepercayaan pada dirinya untuk berperilaku dan bertindak sebagai seorang perawat.

Noddings (1984) mengatakan,  terdapat empat komponen sentral dalam mengajarkan tentang caring, yaitu dengan role model, percakapan, mempraktikkan caring dan memberikan feedback  ketika muncul perilaku caring. 

Beberapa hasil penelitian menyatakan, caring dipelajari dari interaksi antara mahasiswa dengan lingkungan pembelajaran  (Eley et all, 2012). Lingkungan klinik (rumah sakit) berkontribusi dalam meningkatkan  perasaan nyaman bagi mahasiswa seperti meningkatkan kepercayaan diri, menurunkan  kecemasan pada setting klinik, meningkatkan motivasi untuk melakukan tindakan,  memfasilitasi bagaimana menjadi seorang perawat, menggambarkan teori dengan praktik, meningkatkan motivasi dengan melihat role model dari pembimbing klinik.

Penelitian Nadelson (2010) menyatakan, bahwa perilaku caring mahasiswa keperawatan dipengaruhi oleh umur dan persepsi tentang perilaku caring teman sekelompok. Umur lebih muda, maka akan semakin caring.

Begitu juga ketika teman dalam satu kelompok caring, maka tim tersebut akan caring. Nursalam dkk (2015) menyatakan,  perilaku  caring mahasiswa dipengaruhi oleh faktor individu (demografi, pengetahuan, keterampilan), faktor psikologi (kepribadian, kecerdasan emosional, motivasi) dan faktor organisasi (beban kerja/ tugas). 

Persepsi mahasiswa tentang pembimbing klinik yang caring juga menjadi pengaruh bagaimana berperilaku caring pada mahasiswa tersebut. Interaksi caring antara 
mahasiswa dengan dosen/pembimbing klinik menjadi dasar caring ke pasien. 

Pembimbing klinik yang tidak berperilaku caring, akan memancing perasaan negatif pada mahasiswa seperti penolakan, kehilangan semangat, kehilangan kepercayaan diri, putus asa.

Beberapa hasil penelitian juga menyebutkan bahwa kecerdasan emosional berhubungan dengan pelayanan keperawatan yang efektif, salah satu alasannya karena kecerdasan emosional berperan penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang caring ke pasien.

Kecerdasan emosional yang dimiliki oleh mahasiswa juga akan meningkatkan kemampuan dalam mengatasi stres, membantu dalam mengambil keputusan yang pada akhirnya akan berpengaruh pada pada saat pembelajaran klinik. 

Lebih jauh lagi, kecerdasan emosional akan memudahkan mahasiswa untuk mudah beradaptasi di tempat praktik. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mengenal emosi sendiri dan orang lain  sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat.

Dengan kecerdasan emosional, maka  mahasiswa akan mempu mengidentifikasi, mengatur emosi sehingga dapat mengatasi tuntutan sehari-hari dengan cara berpengetahuan, mudah adaptasi dan sikap supportive. (*)





© 2018 - STIKES Harapan Bangsa Purwokerto - Kerjasama dengan Radar Banyumas.
Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang-Undang

Menu